Search

Type your search keyword, and press enter

Suatu Pesan

Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja dan pekerjaan untuk keabadian.
By : Pramoedya Ananta Toer.

Minggu, 29 Maret 2015

Hancurnya Lembah

Hancurnya Lembah
Hancurnya Lembah
Pimpinan lembah berkata. “Lebih baik tempat ini ditutup jika kalian masih suka berpesta. Bukankah sudah diperingatkan jika kalian tidak berubah, maka desa ini tidak layak untuk kalian.”

“Kami rasa ini wajar, karena kami jenuh atas aktivitas harian kami” Kera pekerja memprotes. “Lagipula, kekayaan yang kami sumbangkan untuk pesta tidak banyak.”

Sementara Pimpinan lembah pergi ke desa sebrang. Ia berkata.

“Mohon selama kepergian ku jagalah lembah ini. Dan tinggalkan pesta itu.

Namun warga lembah masih selalu berpesta.

“Tenang kekayaan kita akan kembali, karena esok musim panen” ujar Kera pekerja.

Esoknya.
Musim panen tidak datang melainkan angin topan yang menghancurkan desa lembah.
*******
Edisi fiksi mini 100 kata, semoga bisa memberi manfaat. Terima kasih telah membaca. []

6 komentar:

  1. Uhuk.. makin jagoo ajaa ngefiksinya.

    kalau gituu ikutan ini dooong

    http://infolombanulis.blogspot.com/2015/03/lomba-menulis-cerpen-pelangi-remaja.html#ixzz3VE2f16AQ

    BalasHapus
    Balasan
    1. edisi April, Kombun nulis apa lagi nih...
      udah gag sabar wkwkwk...
      (padalah mah blm tentu ikut mosting, masih suka telat"an :p)

      Hapus
  2. Wih, lumayan! Emang sih, lebih mudah buat fiksi mini ketimbang cerpen utuh, tapi daya imajinasi lo lumayan juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih..
      ini masih belajar kok...

      Hapus