Search

Type your search keyword, and press enter

Suatu Pesan

Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja dan pekerjaan untuk keabadian.
By : Pramoedya Ananta Toer.

Selasa, 17 Maret 2015

Semua Hanya Sementara

               11 comments   
Wallaby-Semua Hanya Sementara
Wallaby
Disebuah hutan yang terletak jauh diujung timur Indonesia, ada sebuah kerajaan hewan. Kerajaan ini dipimpin oleh Leo sang raja hutan. Sudah hampir 10 tahun Leo menjadi raja hutan, namun sayang selama memimpin kerajaan hutan timur tersebut Leo kurang memperdulikan rakyat-rakyatnya. Leo lebih tertarik untuk memperkaya dirinya dengan mengoleksi cicin-cincin batu permata yang terbuat dari emas putih dan permata mulai lainnya.

Hobi Leo yang suka mengoleksi batu permata ini dibantu oleh Eby seekor Wallaby. Eby si wallaby adalah sejenis hewan yang mirip seperti kanguru. Dan Eby mempunyai bakat khusus yaitu ia pandai membuat cincin dari batu permata. Karena bakat Eby ini Leo sang raja memanfaatkannya untuk mengolah dan membuat cincin-cincin yang cantik dari permata. Hampir setiap bulan Leo sang raja selalu meminta dibuatkan cincin permata yang cantik. Dan tidak tanggung-tanggung pesanan Leo sang raja dalam sebulan bisa mencapai 10 sampai 20 kali untuk dibuatkan cincin permata. Dan Eby menyanggupinya, terbukti selama ini hasil karya Eby selalu di puji oleh Leo, seolah Leo merasa puas akan karya Eby.

Kini koleksi permata Leo sangat banyak. Ia tidak mengizinkan hewan lain untuk menyentuhnya. Bahwa untuk perawatannya dan pemeliharaannya Leo kerjakan sendiri. Karena jumlah permatanya yang amat banyak, hampir setiap hari Leo menghabiskan waktunya bersama permata-permatanya.

 "Kepada pelayan-pelayan dan petugas-petugas ku, ku perintahkan kalian untuk tidak menyentuh koleksi permata ku" perintah Leo sang raja.
"Baik tuan ku" jawab pelayan dan petugas raja.

*******

Tibalah di hari Eby ingin mengundurkan diri menjadi pengrajin cincin permata. Diusia Eby yang sudah cukup tua, ia ingin menghabiskan masa tuanya untuk hal yang lebih bermanfaat lagi. Eby merasakan bahwa dirinya sudah tidak akan lama lagi. Karena itu Eby ingin hidupnya untuk lebih dekat dengan Penciptanya, sebagai bekal persiapan kelak saat ia telah mati. Sebab itu Eby meminta izin kepada Leo untuk berhenti. Leo pun mengizinkannya namun dengan syarat Eby harus membuatkan cincin permata yang lebih paling indah. Dan kali ini di cincin tersebut harus ada sebuah pesan kehidupan.

"Wahai tuan raja diusia ku yang sudah cukup tua ini izinkan aku berhenti dari pekerjaan ini. Saya ingin mendekatkan diri ini kepada Penciptaku sebagai bekal saat ku mati nanti" pinta Eby.
"Baiklah, tapi kau punya satu syarat" jawab Leo.
"Apa itu?"
"Kau harus buatkan karya terakhir terbaikmu, dan kali ini berikan pesan kehidupan untuk ku pada cincin yang kau buat" perintah Leo.
"Baiklah raja" jawab Eby.

Eby menyanggupinya.
Kini waktu yang digunakan Eby jadi lebih extra. Karena ini adalah karya terakhirnya pagi siang dan malam, Eby selalu mendesain dan merancang cincin permata karya terbaiknya. Cincin permatanya pun selesai juga, namun kali ini Eby harus berpikir tentang pesan kehidupan apa yang nanti dituliskan pada cincin permata ini. Akhirnya Eby menuliskan kalimat "Semua Hanya Sementara" pada cincin tersebut. Setelah selesai semua, cincin permata itu kemudian diberikan kepada Leo sang raja. Leo pun puas dengan hasil karya Eby.

*******

Setelah beberapa minggu kemudian ternyata benar akan firasat Eby. Kini Eby telah mati meninggalkan dunia ini. Leo sang raja menghadiri pemakanannya, ia menangis lalu mengelap air matanya. Dan ia teringat akan pesan yang ada di cincin karya terakhir Eby yang belum sempat ia baca. Saat itu Leo membacanya. Seolah tertohok Leo merenungkan pesan yang ada pada cincin tersebut. "Semua Hanya Sementara". Pesan tersebut seakan memberikan arti yang mendalam bagi Leo. Leo pun tersadar, kini yang berpulang duluan adalah Eby, mungkin suatu saat nanti adalah dirinya dan rakyatnya yang lain.


Sejak saat itu Leo sang raja mulai memikirnya dan peduli dengan rakyatnya. Dia ingin hidup dengan cinta dan saling berbagi serta peduli. Leo sudah tidak lagi mengumpulkan permata, kini kekayaannya dibagikan pada raykatnya dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi sesama. Leo pun mulai sadar akan pentingnya hidup dengan cinta. Leo tidak ingin hidup dengan egois mementingkan diri pribadi. Dan Leo akhirnya membangun kembari kerajaannya dengan lebih baik dari sebelumnya. Tamat. []

11 komentar:

  1. Sepertinya itu yg dimaksud Leo ya, bukan Loe hehehe :) hmm ambil pesan moralnya sendiri deh dari cerita ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pintar...
      pesan moralnya keren kan...

      Hapus
    2. hahahha... baru engeh... ada typo iya... hahahahah

      Hapus
  2. Bro, gua pasang link blog lo di page 'BlogWalking gue, cuman ngasi tau sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah.. suatu kehormatan nih..
      thanks ya.. kebetulan gue lagi berencana juga buat bikin menu Blogwalking.
      Nanti blog lu pasti gue pasang juga linknya di blog gue.

      Hapus
  3. bagus,ceritanya menarik ada pesan tersendiri dari isi ceritanya,hehe ya semua yang ada di dunia ini hanya sementara :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih... iya tapi walaupun kita tau semua hanya sementara, tapi pasti akan haus dunia lagi.

      Hapus
  4. "semua hanya sementara" setuju deh sama eby.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... semoga pesannya sampai..

      Hapus
  5. keren tulisannya .. inspiratif sekali

    BalasHapus