Search

Type your search keyword, and press enter

Suatu Pesan

Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja dan pekerjaan untuk keabadian.
By : Pramoedya Ananta Toer.

Selasa, 24 Maret 2015

Surat Untuk Nona #1

               12 comments   
Surat Untuk Nona #1
Surat Untuk Nona #1
Dear : Nona

Hallo nona, apa kabar? Semoga kau baik-baik saja, dan sehat selalu. Aku dengar besok kamu akan wisuda studi S1-mu. Aku hanya berharap semoga acara wisudanya berjalan dengan lancar. Dan setelah kamu diwisuda semoga Tuhan memberikan jalan kemudahan untuk kamu dalam berkarir. Maaf jika aku nanti tidak bisa menghadiri acara wisuda kamu.

Bicara tentang wisuda aku jadi ingat semasa waktu kita SMA bersama. Dipanggung wisuda SMA kita dan teman sekelas nampak sangat berbahagia. Semua beban semasa sekolah terasa sudah lepas dari punggung kita. Kita jadi serasa bebas dari tugas sekolah, mata pelajaran yang terkadang membebani dan menyita waktu saat itu sudah sirnah dari pikiran.

Tapi, yang ingin aku bahas dalam surat ini adalah permohonan maaf ku. Kamu ingat hari ini adalah genap 3,5 tahun kita tidak bertemu, dan tidak memberi kabar. Maafkan aku yang tidak mengabari mu. Saat aku ingin memberikan kabar, aku selalu teringat akan janji kita untuk fokus dalam belajar. Di hari terakhir kita bertemu saat itu kita berpisah untuk memilih studi S1 masing-masing dan berjanji untuk belajar lebih fokus dan kembali ketika telah berhasil. Sebab itu, aku tidak cukup berani mengangkat tangan ini untuk sekedar menggoreskan tinta di kertas yang bersih ini. 

Namun hati ini sudah tidak tertahan lagi ingin rasanya aku bertemu dengan mu. Melepas rasa rinduku sejak 3,5 tahun lalu. Semoga dengan surat ini kamu mau menerima kabarku.  Dan berharap juga semoga dengan surat ini rasa rinduku dapat sedikit bekurang.

Nona kamu jangan tertawa ya membaca surat ku ini. Aku memang belum mahir dalam tulis menulis surat. Tapi kabar baiknya, mulai hari ini, aku akan coba mengabarimu tiap minggu. Maaf jika surat ini mengingkari janji kita. Tapi tidak ada salahnya kan hanya untuk sekedar menyapa mu nona. Dan aku ingin bercerita hal-hal yang aku alami, dan hal yang aku lakukan.

Nona mungkin cukup ini dulu surat pembuka dari ku. Nanti pasti aku akan kirimkan surat dan cerita selanjutnya. Semoga nona bisa nemerimanya, dan tidak bosan untuk membacanya. Sampai jumpa di surat yang lain.

Salam Rindu



Pelajar Biasa []

*******
Niatnya tadi mau bikin cerpen, eh malah jadi begini. Sebenarnya ini terinspirasi dari mas Agung Adiwangsa. Mungkin kedepannya bakal ngikutin idenya, bikin surat-surat gitu deh.

12 komentar:

  1. Terimakasih. Senang bisa menjadi inspiramu! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.. ketauhan sama mas agung..
      izin ngikut idenya ya

      Hapus
  2. Balasan
    1. apanya yg cucok..?
      gw blm bisa mecahin code cewe nih... wkwwkwk

      Hapus
  3. Nonanya siapa sih? Terkepo deh.. Hahah :D

    BalasHapus
  4. Kak Darma terinspirasi dari mantanku? Wakakakak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hah?? Agung Adiwangsa itu mantan lu??
      coba gue tanya ah..
      #kepo

      Hapus
    2. Gak percaya? Mau kukasih foto pas masih pacaran? Wkwkwk tanya gih :p

      Hapus
    3. Iya deh.. percaya aja.. biar seneng.. :)

      Hapus
  5. Ide yang bagus. Buat postingan surat. Btw. Nona itu siapa sih?? ehm...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada deh..
      hhmm... Buat yang ngerasa aj..

      Hapus