Search

Type your search keyword, and press enter

Suatu Pesan

Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja dan pekerjaan untuk keabadian.
By : Pramoedya Ananta Toer.

Senin, 30 Maret 2015

Surat Untuk Nona #2

               5 comments   
Surat Untuk Nona #2
Surat Untuk Nona #2

Dear : Nona

Hallo nona, apa kabar mu Minggu ini? Aku berharap semoga kamu tetap sehat. Tidak seperti aku yang baru sembuh dari sakit. Iya di Minggu-Minggu ini aku jatuh sakit. Tidak terlalu parah sih, hanya sakit perut. Ini juga mungkin karena aku makan atau jajan sembarangan.

Semoga kamu tidak tertawa ya.. aku ini memang lemah. Jajan sembarangan aja langsung sakit. Tapi aku masih tetap bersyukur. Kerena sakit yang pernah datang  kepada ku bukanlah sakit yang serius. Cukup dengan obat warung atau pergi ke dokter umum, aku langsung sembuh. Semoga aku dan nona tetap dan selalu diberikan nikmat kesehatan dari Tuhan. Amin..

Nona pernah berwisata ke Rumah Sakit. Iya ke Rumah Sakit. Sesekali cobalah berwisata ke tempat antimainstream, seperti Rumah Sakit. Memang mungkin tidak akan menyenangkan, tapi setidaknya kita akan mendapatkan pelajaran yang amat berharga. Mensyukuri sebuah nikmat kesehatan.

Nona kamu tahu kan. Di rumah sakit kita bisa menemukan orang-orang yang ingin sekali bisa menikmati hidup ini dengan keadaan yang sehat. Disana ada orang yang ingin sekali bisa bangkit dari ranjang dan kursi rodanya, lalu berlari dan berjalan dengan lepas. Ada juga yang ingin bernafas dengan bebas tanpa harus ada tabung oksigen di sisinya.

Dalam ajaran agama kita ada sebuah warning tentang nikmat sehat. Nona tentu sudah tahu. Ya bahwa nikmat kesehatan itu terkadang dan bisa membuat kita tertipu. Saat kita sehat, tidak sedikit kita mengingkari nikmat sehat ini. Ketika sedang sehat kita mungkin malah lebih banyak melakukan pekerjaan yang tidak bermanfaat. Ketika sedang sehat kita mungkin malah bermalas-malasan untuk pergi bersekolah.

Oh iya nona, aku jadi ingat saat kamu sakit. Lalu kamu meminta minyak angin pada ku. Untung saat itu aku bawa, setidaknya aku bisa berguna disaat seperti itu. Coba waktu itu aku diizinkan tuk ikut mengoleskan minyak angin diperut mu. Eh... Ah sudahlah...

Kalo boleh jujur saat itu aku tertawa dalam hati. Heheheeh.... maaf ya. Entah kenapa aku bisa tertawa seperti itu, mungkin karena ekspresi wajah mu yang menurut ku itu menggemaskan. Tapi aku salut saat kondisimu kurang sehat, kamu masih bisa pergi bersekolah.

Sudah dulu ya nona untuk surat minggu ini. Semoga dengan surat ini bisa jadi pengingat nona untuk bisa bersyukur atas nikmat kesehatan. Dan juga mengingatkan nona untuk tetap menjaga kesehatan nona.

Nona jangan lupa sarapan ya.. nanti jatuh sakit lagi. hehehhe

Salam Hangat



Pelajar Biasa. []

5 komentar:

  1. Iya, Nona. Didengerin, tuh, nasihatnya, Nanti kalo sakit, yang baca suratnya siapa? haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. yg baca suratnya nona yg lain, kan nona-nya ada bnyak.
      eh...

      Hapus
  2. Si Nona pasti tersipu-sipu bacanya :D

    BalasHapus
  3. Cailah, modusnya tuh nah! wkwkwk, gua jdi terinspirasi nih, buat modus jga!

    BalasHapus
    Balasan
    1. modus yg mana nih..
      bukan modus.. tapi beneran ngarep.
      #GueMesum wkwkwkw

      Hapus