Search

Type your search keyword, and press enter

Suatu Pesan

Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja dan pekerjaan untuk keabadian.
By : Pramoedya Ananta Toer.

Minggu, 08 Maret 2015

Tutu Binturong si pemakan sayur

Fabel.. huft... di bulan ini gue di pinta untuk membuat 2 cerita fabel. Sebenarnya ini gag wajib, gag usah bikin juga tak apa, toh gag bakal dihukum. Cukup sulit nih.. layaknya cerpen coba-coba gue di Gadis Penunggu Kereta, fabel ini juga gue coba bikin siapa tau laris. hehehe.. Dan berhubung kondisi gue yang udah baean dari kemaren". Makanya kemaren" gue gag ngeblog, kali ini gue harus bisa bikin postingan. Ide saat ini yang ada adalah baru fabel.. Ok dah.. langsung aja ke fabel gue.. chek this out.... Tutu Binturong si pemakan sayur

Tutu Binturong si pemakan sayur
Pada suatu zaman di sebuah kerajaan Kalimantan hiduplah seorang raja yang suka berburu. Raja suka berburu bukan untuk membunuh hewan, tapi raja ingin memelihara hewan itu. Dan raja ingin sekali memiliki kebun binatang di kerajaannya. Diwaktu luang raja menyempatkan diri untuk berburu ke hutan. Saat itu raja bersama pengawalnya pergi berburu ke hutan, ia melihat di pepohonan ada hewan berwarna hitam locat kesana kemari. Hewan itu besar, bukan kera namun mirip seperti musang. Raja pun memberi tembakan bius, namun sayangnya tembakannya meleset. Akhirnya raja tahu bahwa itu adalah binturong. Raja pun mencoba membuka percakapan.

"Hai binturong...  mau kah kau menjadi hewan peliharaan ku.." teriak sang raja.
Binturong pun berhenti.
"Lalu apa yang akan aku dapatkan jika aku mau jadi peliharaan mu raja" jawab binturong.
Tentu kau akan mendapatkan apa pun yang kau mau, seperti teman-teman mu di taman kerajaan ku." ujar sang raja.
"Hmm... apa pun yang ku mau..?" gumam binturong.
"Iya, kau tidak hanya mendapatkan kandang yang bersih, tapi juga makanan yang melimpah, dan pelayanku akan merawat mu agar kau nyaman tinggal di taman kerajaan ku." jawab sang raja.
"Baiklah aku mau" kata binturong.
"Ok.. mari ikut dengan ku, dan mulai saat ini kau akan ku beri nama Tutu si Binturong." kata sang raja.

Setibanya Tutu di istana kerajaan, ia tebengong seolah takjup melihat taman kerajaan bagaikan surga bagi para hewan. Sangat luas, seperti hutan namun terlihat asri seperti ada yang merawatnya. Tutu tidak sabar, ia pun langsung lari masuk ke dalam taman.

"Hai raja.. dimana tempat ku... " teriak Tutu.
"Oh.. iya tempat mu ada di ujung sana pojok sebelah kanan." jawab sang raja
"Terimakasih raja, sepertinya aku akan nyaman tinggal di sini" ucap Tutu binturong
"Iya tentu, kau pasti akan nyaman di sini, karena kau akan dirawat oleh pelayan kehutanan ku." jawab sang raja

Singkat cerita sudah 1 tahun Tutu tinggal di taman istana kerajaan. Kini tutu menjadi pelamas kerjanya hanya makan dan tidur.

"Hai.. Tutu kau tidak bermain dengan kami teman-teman mu untuk berlari dan bergerak di taman yang indah ini" ujar Ken si kenari hijau yang ada di pohon.
"Ah.. tidak aku sudah hapal dengan tempat ini... sekarang saya ingin menikmati hidup dengan bersantai saja." jawab Tutu
"Tidak mungkin kau sudah hapal.. kau bahkan tidak tahu kan di belahan timur sana ada beruang putih.. cobalah jumpai ia." jawab Ken.
"Berisik kau pergi saja sana sendiri" geram Tutu

Waktu makan siang pun tiba. pelayan kehutanan kerajaan menyiapkan makanan untuk semua hewan peliharaan raja. Namun Tutu tidak puas dengan makanan yang telah disediakan, ia merasa bosan. Ia pun hanya makan secukupnya.

"Ah... aku bosan dengan menu makan seperti ini... aku ingin makan yang lain" keluh Tutu.

Beberapa menit kemudian Tutu pun berjalan ke tempat hewan lain. Dan ia memakan makanan hewan lain. Untuk sesekali hewan-hewan lain tidak keberatan. Namun lama-kelamaan sudah hampir 2 minggu Tutu tidak hanya makan jatah makanan ia sendiri,  tapi jatah makan siang hewan lain juga di santap habis oleh Tutu. Hewan-hewan lain mengeluh, namun masih bersabar dan berharap Tutu akan kena akibatnya.

Dan pada minggu ketiga Tutu mulai merasakan tidak enak badan. Ia merasakan perutnya sakit-sakit, Tutu juga merasakan pusing, dan mual. Hari itu pun Tutu tidak ingin makan. Tutu pun intropeksi diri.

"Kenapa perut ku ini.. apa kah aku kebanyakan makan, atau kan aku salah makan.." keluh Tutu.

Pelayan kehutanan kerajaan binggung, kenapa menu sarapan pagi Tutu tidak di makan, menu siang dan malam juga bahkan tidak dimakan Tutu. Keesokan harinya pun pelayan kehutanan kerajaan mencoba membuatkan sayur, berharap nafsu makan Tutu bangkit lagi. Awalnya Tutu tidak mau memakannya, akhirnya pelayan kehutanan kerajaan mencoba menyuapi Tutu. Dan setelah suapan pertama, kedua, dan ketiga, Tutu mulai doyan dan melahap habis menu sayurannya. Keesokan harinya Tutu mulai sehat kembali. Tutu pun sadar bahwa makan yang berlebihan itu tidak baik, dan sejak saat itu Tutu mulai menyeimbangkan menu makanannya. Dan makanan kesukaan Tutu sejak saat itu adalah sayur sayuran.

0 komentar:

Poskan Komentar