Search

Type your search keyword, and press enter

Suatu Pesan

Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja dan pekerjaan untuk keabadian.
By : Pramoedya Ananta Toer.

Kamis, 09 April 2015

Surat Untuk Nona #3

               12 comments   
Surat Untuk Nona #3
Surat Untuk Nona #3

Teruntuk nona yang cantik.

Nona apa kabarmu? Bagaimana surat ku minggu lalu, sudah kah kamu terima dan membacanya.? Oh iya nona aku sudah menerima balasan surat pertama mu. Aku senang mendengar kabar mu, semoga kamu nyaman dengan pekerjaan yang baru kamu dapatkan pasca wisuda studi mu. Dan semoga kamu dilancarkan juga untuk dapat melanjutkan studi s2.Nona maaf minggu ini aku telat menyurati mu. Iya, padahal aku tidak sibuk-sibuk sekali. Hanya saja sebab aku terlalu asik dengan duduk dibelakang meja sambil memainkan leptop ku. Hingga tersadar waktu sudah berlalu satu minggu, bahkan lebih. Tapi semoga kamu tidak marah yah, karena telatnya surat yang aku kirim.

Nona kamu tahu tidak, kemarin pagi hari aku lari pagi di sekitar perumahan. Ternyata perumahan di daerah sini mungkin bisa dikatakan sedikit berbeda. Iya karena aku sering dengar, katanya warga perumahan ini kebanyakan sibuk dengan urusan pribadinya di rumah, dan tidak pernah keluar rumah. Dan bahkan katanya warga perumahan itu tidak saling kenal dengan tetangganya. Tapi ini berbeda dengan apa yang aku dapatkan di sini. Tepat sekitar pukul setengah enam, aku mencoba lari pagi di sekitar perumahan baru ku. Ternyata tidak sedikit warganya yang lari pagi dan memanfaatkan kegiatan ini sebagai media untuk bisa saling kenal antar tertangga. Oh iya nona maaf ya aku tidak mengabarkan kepindahan ku di perumahan yang baru ini, kini aku tidak lagi tinggal di bagian timur. Semenjak aku dapat tugas di selatan, aku pun pindah ke bagian selatan. Nona jangan marah ya.. bukankan dengan pindahnya ke selatan ini akan membuat aku bisa dekat dengan Nona. Kamu masih tinggal dibagian barat kan?. Iya sih memang masih cukup jauh antara selatan dan barat.

Lanjut ke cerita lari pagi ku. Saat itu aku seperti bisa merasakan anugerah kebahagiaan. Aku lihat ada sepasang suami istri yang lari pagi bersama anak balitanya, sepertinya mereka adalah pasangan baru. Aku lihat mereka, ayah dan ibu muda tersebut memancarkan senyum indah mereka kepada anaknya. Selain itu aku juga lihat sepasang kekek dan nenek yang berjalan ikut dalam kegiatan lari pagi ini, mereka dengan santai berjalan seolah sedang menikmati waktu dan mengenang masa mudanya. Manis sekali pasangan tua itu bercengkrama dengan hangatnya. Setelah cukup jauh aku berlari santai, aku pun melihat muda mudi yang sedang tertawa dengan hangatnya. Mereka sepertinya sedang asyik membicarakan sesuatu, iya mereka asyik berbicara tentang benda-benda kesayangan mereka yang baru saja mereka dapatkan. Aku rasa itu bukan suatu hal yang menunjukan rasa pamer. Tapi seperti lebih ingin mengabarkan kebahagiaan dirinya kepada temannya. Ternyata lari pagi kali ini, seolah aku diberikan pesan untuk bisa empati dan simpati bahwa warga di sini sedang berbahagia. Ada pasangan muda yang sedang bahagia dengan keluarga barunya. Ada pasangan berumur yang sedang bahagia menikmati waktu bersama dengan pasangannya. Dan ada juga muda-mudi yang bertukar bahagia akan asesorisnya.

Nona ku yang cantik. Selanjutnya kamu tahu tidak selepas aku lari pagi dan duduk dibalkon. Apa yang aku pikirkan saat melihat kebahagiaan itu.?
Apakah bahagia itu datang dari sesuatu yang ada diluar diri kita.?

Seandainya pasangan muda tadi lari pagi tanpa anaknya, lalu pasangan tua tadi lari sendiri-sendiri, dan muda-mudi tadi lari pagi dengan tanpa asesorisnya. Apakah mereka masih bisa membuat aku merasakan bahwa mereka sedang bahagia. Kurasa sedikit dari mereka yang bisa. Kalau bahagia itu digambarkan dengan memiliki meterial, pasti banyak yang setuju bahwa itu bahagia yang sementara. Material ini bukan hanya harta benda, bisa juga berupa pangkat, dan bahkan anak atau pasangan kita itu bisa dikatakan material. Nona, coba kita bikin skenario. Jika ada fulan dengan kondisi punya harta, posisi, dan keluarga, dan fulan berkata ia lagi bahagia. Berarti kalau harta, posisi, dan keluarga fulan itu tidak ada, berarti apa fulan tidak bahagia.?

Nona, aku pun berhenti sejenak, yang aku dapati hanya sebuah kata bahagia. Bahwa bahagia itu adalah suatu yang tidak terikat. Bahagia adalah bahagia. Aku masih belum bisa menggambarkan itu, karena mungkin bahagia itu adalah suatu emosi. Dan bukankah emosi itu sesuatu yang abstrak. Entahlah...

Aduh... maaf nih nona, surat ku kali ini mungkin adalah surat yang bikin pusing. Sampai bertemu di surat ku yang berikutnya. Oh iya nona, pinta ku satu nona, semoga kamu nyaman dengan pekerjaan baru mu. Dan kamu bisa menikmati tugas mu dengan senyum mu. Bukankan senyum itu salah satu yang melambangkan bahagia. Jadi semoga kamu bahagia.

Tapi nona aku ingin tanya, nona merasa bahagia kalau di apain sih..?


Salam rindu



Pelajar biasa []

12 komentar:

  1. Aku jawab ya mas. Aku bahagia kalo kamu bahagia.... ihhhh.. cucok. Wkwk....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhiii... kok gue merinding ya bacanya..

      #CucokPotensi

      Hapus
  2. Kayaknya mu itu harusnya disambung deh.
    pertamamu :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih non.. tulisan gue msih banyak salah di EYD..
      mohon bimbingannya atuh..

      Hapus
  3. oh mas aku mau kita bisa bahagia berdua layaknya suami istri muda yang kamu temui dikala lari pagi. Jawab si nona. eeeaaaaakkk :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. btw ini tanggal 11 Alhamdulillha janji gue udah terpenuhi.. dan selamat dapat Award juga dari gue.. ditunggu balasannya.. hahaha http://turyonoari.blogspot.com/2015/04/liebster-award-pertama-gue.html

      Hapus
    2. aduh.. kenapa yang komen begitu kebanyakan cowo ya..
      emang dah jaman sekarng cewe dan cowo sulit dibedakan.. :p

      Hapus
    3. ok.. thanks ya udah respon.. gue catat jawabannya..
      waduh.. gue dapat PR lagi.. ampunn... zzz....
      Thanks yo..

      Hapus
  4. Mungkin kalo lo buatkan cerpen, kayaknya bagus nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin.. hehehehe...
      tapi masih banyak kurangnya itu

      Hapus
  5. Nona bahagia kalok dibeliin baju baru, sepatu baru, isi pulsa setiap bulan sama dikasih uang jajan.. Hahah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmmm... maaf nona, kamu bukan cewe matre kan.. :(

      Hapus