Search

Type your search keyword, and press enter

Suatu Pesan

Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja dan pekerjaan untuk keabadian.
By : Pramoedya Ananta Toer.

Sabtu, 30 Mei 2015

Surat Tak Sampai

Teruntuk Kamu

Tepat tanggal 25 Mei adalah hari kelahiranmu. Aku yang baru kenal denganmu langsung diundang ke pesta ulang tahunmu. Sebenarnya aku malu datang ke pestamu, sebab aku tidak membawa kado untukmu. Padahal kamu sudah mengingatkan dalam email-ku untuk membawa kado. Aku juga malu untuk bertemu dengan warga-wargamu yang kece. Saat itu aku yang hadir dipesta ulang tahunmu hanya menjadi seorang pengagum yang ikut memeriahkan hari ulang tahunmu. Iya aku kagum denganmu. Kamu yang begitu hangat dan sederhana saat bercengkrama dengan warga-wargamu, membuat dirimu terlihat sempurna dimataku. Aku iri denganmu, ternyata kamu cukup terkenal. Kamu dikelilingi oleh warga-warga yang hebat. Aku mulai penasaran dengan latar belakang dirimu. Siapakah peletak batu pondasi pertama dirimu?

Dipesta ulang tahunmu aku disambut hangat oleh dirimu dan teman-temanmu. Padahal aku adalah warga barumu. Tak lama setelah aku masuk ke ruang pestamu dan berkenalan dengan beberapa wargamu (Nona Atha, Nona Bella, dan Tuan Rudi) aku langsung disuguhkan breakfast. Kwetiau dan segelas es campur. Aku dibuat kenyang oleh jamuanmu. Kamu memang pandai memanjakan wargamu. Sepertinya aku tidak salah untuk bergabung menjadi wargamu. Bersamamu aku kenal dengan wargamu yang hebat-hebat. Jika aku diizinkan suatu saat nanti untuk lebih lama mengenal dirimu, pasti bersamamu aku akan menemukan arti kebersamaan, berbagi, dan arti semangat untuk berkarya. Setidaknya itu yang dikatakan oleh Uncle Lozz dalam sebuah tulisannya di sini.

Suasana Syukuran 4 Tahun WB
Suasana Syukuran 4 Tahun WB

Ternyata pendirimu adalah seorang yang bijak ya. Sepertinya aku benar-benar mulai suka denganmu. Kamu tahu, kamu itu memang sebuah wadah. Aku setuju dengan Uncle Lozz, kamu itu adalah wadah para blogger untuk saling berbagi, saling mengisi, dan wadah untuk berkarya, serta tempat yang nyaman untuk berteduh. Kamu ingat saat dipesta ulang tahunmu minggu lalu. Kamu dan wargamu mengadakan lomba membuat surat cinta untuk dirimu. Awalnya aku ingin sekali ikut serta dalam lombamu, tapi ternyata membuat surat cinta itu sulit ya. Aku takut kalo surat cintaku tidak seromantis kisah Habibie & Ainun.

Aku ingin sedikit bercerita kepadamu tentang proses menulis surat ini. Sepulang dari pestamu aku membuka netbook-ku mencoba menulis beberapa kata, namun aku tidak bisa menemukan diksi yang tepat, dan memang karena aku juga yang belum pandai menulis. Aku malu. Sampai akhirnya aku lanjutkan menulis di hari esok. Keesokan harinya aku dan teman kampusku berkumpul untuk ngeblog bareng di teater terbuka. Kamu tahu apa yang aku lakukan? Iya, aku sibuk sendiri menulis surat cintaku, sementara teman-temanku asyik berbicang-bincang. Tidak denganku. Tapi saat itu suratku belum kunjung selesai.

Sebenarnya sampai pada kalimat ini aku ingin menyudahi suratku untukmu. Karena mengingat deadline yang sudah dekat, tapi aku tidak bisa. Aku ingin terus jari-jariku manari merangkai kata untukmu. Dan sampai akhirnya sekarang tanggal 30 Mei, aku sudah telat satu hari untuk ikut lomba surat cintamu. Aku salah telah menahan surat cinta ini. Tapi aku putuskan untuk tetap mengirim surat ini kepadamu. Meskipun sudah pasti aku tidak terpilih.

WeBe, aku rasa sudah cukup surat ini. Setelah cukup panjang aku lupa mengucapkan sesuatu untukmu. Selamat ulang tahun cintaku, WeBe. Aku suka kamu berserta warga-wargamu yang cantik dan tampan. Semoga di usiamu yang genap 4 tahun ini, kamu tetap menjadi wadah yang setia untuk kami para blogger, tempat memberikan inspirasi, dan tempat untuk berbagi. Oh iya, sebelumnya aku ada oleh-oleh untukmu. Ini kelakuan kami warga-wargamu selepas dari pesta ulang tahunmu. Disimpan baik-baik ya, kalau bisa dikasih frame biar cantik dan manis. Sudah ya.. bye.. byee...


Selamat Ulang Tahun WeBe
Selamat Ulang Tahun WeBe


Mending foto-foto, bete nunggu kereta tak kunjung datang
Mending foto-foto, bete nunggu kereta tak kunjung datang

Surat Untuk Warung Blogger
Surat Untuk Warung Blogger

6 komentar:

  1. Dikirain gue orang. Eh Komunitas...

    BalasHapus
  2. Ahahaha.. itu foto kita yang di stasiun keceh ya kang.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.. iy, tapi koq ente keliatan kocak. Difoto gag ada ekspresinya dan posenya juga datar. wkwkww

      Hapus
  3. Ada aku di tulisannya, tp ga ada mukaku yg tampak,
    Ada satu sih tp lg benerin hidung 😔

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf. Jangan sedih dong. Lu kan sudah jadi artis di WB, Rud.

      Hapus