Search

Type your search keyword, and press enter

Suatu Pesan

Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja dan pekerjaan untuk keabadian.
By : Pramoedya Ananta Toer.

Minggu, 31 Mei 2015

Untukmu, Kekasihku

               4 comments   
Teruntuk Skripsiku,

Halo skripsiku, apa kabarmu? Hahaha... ingin aku tertawa geli menanyakan kabar skripsiku sendiri. Seharusnya aku sudah tahu kabar dirimu, skripsiku. Biar lebih memudahkanku untuk mengetik namamu, aku panggil kamu Beb saja yah, skripsiku. Aku mengganti namamu agar diriku bisa lebih suka padamu dan terdengar lebih romantis, Beb.

Beb, kamu tahu ini minggu apa? Minggu ini adalah minggu aku telah menulis tiga surat di blogku. Surat pertama surat untuk WeBe, kedua untuk nona, dan yang ketiga adalah suratku untuk mu, Beb. Aku tidak ada maksud apapun menceritakan tentang menulis tiga surat tersebut. Aku hanya sedang mempromosikan postingan blogku kepada pembaca setiaku. Semoga kamu bisa mengerti, Beb. Sudah pasti bukan, aku menulis di blog untuk dibaca oleh pembaca. Bukan untuk dibaca oleh diriku sendiri. Iya aku memang sedang mencari komenters yang mau memberikan komentar atas tulisan-tulisanku. Dari komentar mereka aku bisa belajar. Belajar untuk memperbaiki tulisanku, belajar untuk terus konsisten menulis, dan belajar untuk membangun mentalku.

Kamu tahukan, beb. Aku sedang tersesat di dunia blogging. Meskipun tersesat, aku menikmatinya disetiap gerakku untuk mencari jalan keluar. Jalan keluar untuk segera menyelesaikanmu, beb. Memang aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan blogku, tapi aku rasa Insya Allah ini akan memberikan manfaat untuk diriku.

Terkadang memang aku mendapatkan pertanyaan sana sini dari teman-temanku. Pertanyaan yang terkadang selalu menjurus kepadamu. Seperti, kapan seminar? Kapan sidang? Kapan wisuda? Kapan lulus? Kapan kerja? Kapan nikah? Dan masih banyak kapan lainnya. Kamu tahu semua pertanyaan itu aku jawab dengan senyuman sambil berkata, Insya Allah secepatnya.

Beb, bukan maksudku melupakanmu. Aku masih ingat kamu kok. Hanya saja aku sedang mencari mood yang tepat. Mungkin menurutmu aku ini malas. Entahlah. Tapi kamu tahu sendiri bukan, aku masuk prodi ini tidak sesuai dengan passion-ku. Namun tidak bisa aku pungkiri, prodi ini benar-benar prodi yang luar biasa. Sudah empat tahun aku belajar di dalam prodi ini, aku sudah mulai suka dengan prodi ini. Saat aku menceritakan prodi ini dan menjelaskan prospek kerjanya. Banyak orang yang terhidayahkan akan ceritaku itu. Iya aku bodoh, menurutmu. Hanya saja, lagi-lagi ini bukan passion-ku, aku tidak terlalu tertarik untuk menjadi pengajar. Memang ada beberapa temanku yang berhasil menyelesaikanmu, meski ini bukan jalannya. Tidak denganku, mungkin aku memang belum memiliki mental pejuang. Aku lemah, menurutmu. Tidak juga.

Sudahlah, beb. Kamu tidak perlu marah padaku. Meski kamu iming-imingkan tiket wisuda, aku tetap saja masih tersesat di dunia blogging. Aku bukannya menolak tiket wisudamu, beb. Tentu dengan senang hati aku menerimanya. Karena aku sudah lelah dengan semester ini. Semester di mana aku telah ditinggal wisuda oleh teman-temanku. Tidak hanya teman kelasku, teman lintas prodi dan fakultas juga sudah pergi menuju garis finish. Wisuda.

Beb, sepertinya ini sudah cukup panjang. Aku pamit dulu yah. Minggu depan mau kah kamu pergi bersamaku, beb. Kita pergi ke perpustakaan. Hanya ada aku, kamu dan buku literatur. Aku lanjutkan untuk menyelesaikan dirimu. Sampai jumpa, beb. See.. you...

Salam semangat,



Pelajar Biasa. []

4 komentar:

  1. Gaa ngerti ah sob jalan ceritanya .. ribet -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf. Masih belajar nulis ini. :(

      Hapus
  2. Prioritaskan yang penting dulu, ngepost blog mah bisa sekali seminggu. Paling 2 jam bikin postingan blog jg jadi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bang. Tapi.....
      Sudahlah.. hehehehe :(

      Hapus