Search

Type your search keyword, and press enter

Suatu Pesan

Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja dan pekerjaan untuk keabadian.
By : Pramoedya Ananta Toer.

Kamis, 04 Juni 2015

Bangun Tidur

Hari ini gue bangun pagi jam 12:00. Maaf itu bukan pagi lagi, ya. :( Tapi itu sudah siang. Perilaku ini jangan dicontoh, ya. Kalian tahu bahwa memang benar kata orang dulu. Kalau suka bangun siang nanti rejeki dipatok ayam. Dan hari ini gue berasa rejeki gue telah dipatok ayam. Gara-gara gue bangun tidur di waktu siang.

Sebenarnya gue sudah bangun jam 04:30. Tapi seusai shalat subuh gue melajutkan tidur lagi, dan bangun-bangun jam 12:00. Bangun siang itu ternyata merugikan. Gue merasa rugi banget, sebab jatah waktu di pagi hari dilalui begitu saja dengan tidur. Seharusnya di pagi hari itu gue bisa melakukan hal bermanfaat seperti olah raga, nyuci baju, bantu-bantu nyokap belanja atau bebenah rumah dan hal bermanfaat lainnya. Itulah seharusnya rejeki gue di pagi hari, melakukan hal-hal bermanfaat dan bernilai positif. Namun sayang rejeki itu hilang dipatok ayam. Dan yang paling terasa hilangnya itu rejeki sarapan pagi gue. Sarapan pagi gue sudah dipatok ayam. Gara-gara bangun siang, pagi ini gue tidak sarapan. Bangun-bangun perut lapar.

Sebenarnya bukan tanpa alasan gue bangun dari tidur jam 12:00 siang. Dua hari sebelumnya gue lembur, bekerja sebagai relawan. Relawan pemeriksa hasil lembar jawaban 1000 lebih calon pelajar di pondok. Dan relawan kuli bersih-bersih pondok seluas empat lantai. Alhasil karena itu gue merasa cepek saja, dan berujung pada balas dendam untuk tidur panjang.

Jadi kesimpulannnya bangun pagi itu lebih nikmat. Sebab banyak manfaatnya, seperti bisa menjadwalkan diri untuk berolahraga, rutinitas hariannya bisa lebih direncanakan, lebih proaktif karena waktu di hari tersebut terasa lebih panjang. Dan yang paling nikmat itu adalah menghirup bau embun pagi hari yang khas, terasa begitu segar.

Sepertinya sudah cukup tulisan kalia ini. Maaf , lagi-lagi gue nulis hal yang kurang. Tapi terima kasih untuk kalian yang sudah baca. Kira-kira menurut kalian lebih nikmat bangun pagi apa siang?

8 komentar:

  1. kalo saya sih nikmat bangun pagi karena udara y seger,, hehe kalo siang kan udara y udah g seger :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju bgt, terutama suasana pagi di desa.
      Kasian paru" gue udah puluhan tahun tercemar. Cape gue diginiin terus.

      Hapus
  2. Nah, bangun siang dengan alasan yang jelas kayaknya itu lebih baik drpd bangun siang karena males ngapain2 hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi tetep lebih nikmat bangun pagi.

      Hapus
  3. Kalau saya, lebih nikmat bangun pagi, soalnya udaranya lagi seger-segernya, lagian juga kalau udah siang mah yang ada malah debu nambah penyakit pula -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju bgt, terutama suasana pagi di desa.
      Kasian paru" gue udah puluhan tahun tercemar. Cape gue diginiin terus.

      Hapus
  4. Masi mending kalo bangun siang tapi mandi, daripada bangun pagi tapi ga mandi-mandi, nah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, koq gue terasa tersindir, ya. Sama komennya.
      Soalnya gue meski bangun pagi tetap aja jarang mandi. *Eh~

      Hapus