Search

Type your search keyword, and press enter

Suatu Pesan

Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja dan pekerjaan untuk keabadian.
By : Pramoedya Ananta Toer.

Selasa, 02 Juni 2015

Mengenang Ramadhan Tahun Lalu

Tidak terasa sebentar lagi menjelang bulan Ramadhan. Hari ini sudah pertengahan bulan Sya'ban. Di Indonesia sendiri, pada pertengahan bulan Sya,ban atau tanggal 15 Sya'ban biasanya suka ada istilah Malam Nisfu Sya'ban. Pantas saja kemarin siang di Jakarta panasnya tidak terik seperti biasanya, melainkan teduh tidak mendung juga. Mungkinkah ini ada hubungannya dengan keberkahan dari Nisfu Sya'ban. Maha Suci Tuhan.

Malam Nisfu Sya'ban dikenal juga dengan nama Laylatul Bara'ah yang artinya malam pengampunan dosa. Malam tutup buku amalan dan buka buku baru amalan. Makanya tidak sedikit kemarin ada beberapa notif di WhatsApp gue yang meminta maaf pada malam itu. Karena ingin buku amalan mereka bersih dari tanggungan hutang akan hak orang lain yang mungkin pernah mereka rebut.

Tepat kemarin malam gue bersama teman-teman ikut merayakan malam ini. Merayakan dengan beberapa amalan yang luar biasa. Iya luar biasa. Luar biasa banyak jumlahnya, dan tentu luar biasa pahalanya. Sebenarnya gue agak kesal dengan diri gue. Gue tidak mampu menyelesaikan amalan ibadah pada malam itu. Ternyata gue masih besar nafsunya. Gue lemah. Sudah bulan Rajab berlalu, kini Sya'ban pun demikian. :(

Gue ingat hadist Rasulullah SAW, kurang lebih seperti ini artinya : Bulan Rajab adalah bulannya Tuhan, bulan Sya'ban adalah bulanku (Rasulullah SAW), dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku. Jadi sudah seharusnya di tiga bulan tesebut gue harus lebih memperbaiki ibadah. Minimal bulan Rajab banyak-banyak istigfar, bulan syaban banyak-banyak sholawat, dan bulan Ramadhan nanti banyak-banyak baca Al-Quran Al-Karim. Tapi bulan Rajab dan sampai pertengahan Sya'ban ini gue masih saja maksiat.

Sekarang tinggal beberapa minggu lagi meninggalkan Sya'ban dan menuju Ramadhan. Gue harus memperkuat sabuk pengaman ini, biar lebih giat dalam beramal. Sebenarnya beramal atau beribadah bisa dilakukan setiap saat. Namun pada tiga bulan ini (Rajab, Sya''ban, dan Ramadhan), niscaya amalan dan ibadah yang dikerjakan pasti dilipat gandakan sebanyak-banyaknya oleh Tuhan.

Sudahlah, mungkin Rajab dan pertengahan Sya'ban ini gue lalui dengan ada minus-nya. Tapi nanti di bulan Ramadhan, Insya Allah gue mencoba lebih giat lagi. Gue jadi ingat Ramadhan tahun lalu. Di Ramadhan tahun lalu gue ikutan itikaf pertama. Bermalam di masjid selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Melakukan ibadah dari pagi sampai pagi lagi. Sepertinya gue kangen suasana itu. Memberatkan, gue rasa tidak. Karena di dalam masjid gue dan orang-orang lainnya bersama-sama berjuang untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar. Kata band Gigi Lailatul Qadar adalah malam seribu bulan, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Mungkin yang terdengar sedih pada Ramadhan tahu lalu adalah gue tidak bisa pulang kampung bertemu orang tua dan sanak saudara. Iya, akhirnya gue hanya bisa berbicara lewat telepon dengan mereka. Gue gag bisa pulang kampung karena sehari setelah Lebaran Idul Fitri ada urusan lain yang harus gue kerjakan. Sedih, biarlah. Yang penting 10 hari terakhir di Ramadhan tahun lalu gue bisa berduaan dengan Tuhan.

Kira-kira itu sedikit cerita gue tentang Ramadhan tahun lalu, kalau kalian bagaimana? Ayo ceritakan Ramadhan tahun lalu kalian di kolom komentar! See.. you.. Sampai bertemu ditulisan gue selanjutnya.

11 komentar:

  1. Bang kok kebanyakan penyesalan tahun ini ya daripada kisah ramadhan kemarin?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe... iya.
      Cz kebiasaan nulis, judul postingan selalu belakangan. Pas udah selesai tulisannya binggung mau kasih judul. Eh.. tiba-tiba tebersit kasih judul itu.
      Yaudah deh kejadian.

      Hapus
  2. ga kerasa bentar lagi mau masuk bulan ramadhan ya

    BalasHapus
  3. Wah semangat Tango! Tahun ini bisa balik ketemu orangtua dong?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah. Tapi kalo gue ikut program itikaf lagi, mungkin gue gag pulang kampung juga tahun ini. :(

      Hapus
  4. Hmm, marhaban ya ramadhan :) welcome bulan ramadhan :)

    BalasHapus
  5. ini bukan mengenang ramadhan tahun lalu tapi mengenang bulan Rajab dan Sya'ban

    BalasHapus
  6. Hmm, bulan ramadhan kali ini berbeda dengan bulan ramadhan berikutnya :)

    BalasHapus