Search

Type your search keyword, and press enter

Suatu Pesan

Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja dan pekerjaan untuk keabadian.
By : Pramoedya Ananta Toer.

Minggu, 05 Juli 2015

Bukber Baper

“Darma”

Sahut seorang gadis dari kejauhan saat gue tiba di lantai dua gedung FIP (Fakultas Ilmu Pendidikan). Sejenak bola mata kita beradu, dan gue mematung saat itu juga.

“Sudah lama nggak ketemu. Lu tambah ganteng aja, Dar” ucap Vina saat bertemu gue kemarin di kampus.
Lu juga, Vin, tambah cantik aja” balas gue dalam bantin.

Oke, itu percakapan ngaco, tapi bener koq, doi tambah cantik, dan tambah tinggi juga. Gue lihat doi sudah seperti model Catwalk Syariah.

Jadi ceritanya gini, kemarin itu gue ke kampus mau bertemu kenalan gue, Visya. Di hari sebelumnya Visya chat gue via WhatsApp, minta bantuan gue buat cek notebook-nya. Tanpa pikir panjang gue menyanggupinya untuk bantu dia, padahal belum tentu gue bisa. Tapi mudah-mudahan dengan pertemuan itu gue mendapatkan berkah. Berkah karena membantu orang yang butuh pertolongan gue. Di bulan Ramadhan, lagi. Hahahha... Alasan klise, sih. Padahal bukan mau bantu, gue cuma mau ketemu aja. Hehehehe...

Selang beberapa menit kemudian grup WhatsApp mulai ramai. Mengabarkan Tiwi, dan Agustina, bahwa mereka besok mau sidang penelitian. Akhirnya wanita-wanita di grup itu mulai berkoar-koar, saling menanyakan besok siapa yang pada ke kampus? Tiba-tiba Vina bertanya di grup. Seketika mata gue mulai membesar, memfokuskan pertanyaan yang dilontarkan oleh Vina. Dan hati gue mulai mekar. Doi bertanya tentang gue, hati gue mulai senang bukan kepalang.

“Darma, besok lu ke kampus, nggak?” tanya Vina dalam grup WhatsApp.
“Insya Allah, kenapa?” jawab gue singkat.
“Gue mau minta software Jaws” balas Vina.

Hah. Kirain gue doi kangen sama gue. Gue terlalu berharap, bro.

Singkat cerita, besoknya gue pun berangkat ke kampus. Sesampainya di depan gedung FIP awalnya gue rada-rada baper. Baper karena temen-temen gue sudah pada sidang, dan bahkan sudah ada yang lulus bulan Maret lalu. Termasuk Vina, doi sudah lulus, bro.

Sebelum masuk gedung, gue mematung sebentar menyiapkan mental untuk nanti melihat teman-teman gue yang sudah beberapa langkah di depan gue. Menarik nafas dalam-dalam dan di keluarkan secara perlahan. Bismillah. Gue pun masuk dengan kaki kanan. Baru beberapa langkah dari loby lantai satu gue bertemu dengan Dini dan Hanifah. Mereka lagi asyik menyelesaikan BAB IV-nya.

Tak ingin mengganggu terlalu lama, gue melanjutkan pergi naik ke lantai II. Sampai di lantai II gue binggung. Vina sama Dwi mana, ya? Tiba-tiba ada yang panggil nama gue, ternyata itu Vina yang manggil. Doi sedang bersama yang lainnya lagi duduk-duduk cantik. Pertama kali ketemu doi malah tanya-tanya soal rambut gue. Katanya rambut gue sudah mulai panjang. Doi kenapa nggak tanya tentang hati gue? Padahal hati gue masih kosong. Sengaja gue kosongin biar bisa di pacarin sama doi. :(

Akhirnya gue pun ikut kumpul bareng mereka. Mendengarkan obrolan mereka. Mulai dari obrolan kangen-kangenan, bahas percintaan dan karir mereka, bahas temen mereka yang baru putus, sampai bahas drama dan film Korea. Gue diam-diam dengerin obrolan mereka sambil pura-pura main laptop dan mindahin data software Jaws.

Kemudian mulai masuk ,nih, ke obrolan buka bersama dadakan. Awalnya gue diam saja, berharap ada yang ngajakin gue, tapi ternyata gue dianggurin. Mereka tidak sadar apa? Kalau di depan mereka ada cowok tampan dan mapan. Tapi gue tetap santai, kalem, bukan kicep, ya. Namun, lama-lama gue mulai sedih. Kok gue nggak diajak, ya?

Gue mulai angkat bicara, konfirmasi untuk bukber dadakannya dan menawarkan diri untuk ikut gabung kumpul bareng mereka. Bukber dadakan pun terjadi, dan Warung Stek menjadi tempat pilihan kita.

Sambil menunggu adzan Magrib kita semua mulai bahas karir masing-masing dari mereka yang sudah berprofesi menjadi guru. Ada yang jadi guru privat, guru kelas, dan guru pendamping khusus. Saat itu kita semua saling update dan bertukar informasi tentang teman-teman yang lainnya. Gue kagum dengan kisah-kisah mereka saat mengajar di kelas. Teman-teman gue ini adalah pejuang-pejuang tangguh.

Sebenarnya gue tidak begitu ingat dengan cerita mereka, soalnya gue sibuk curi-curi pandang ke mereka. Ternyata teman-teman gue ini makin cantik saja. Cantiknya luar dalam, loh. Kepribadiannya dan penampilannya.

Satu pesan dari gue untuk teman-teman gue ini, semoga kalian menemukan arti hakikat seorang guru. Dan mencintai profesi kalian sebagai guru bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Serta guru untuk anak-anak kita nanti. *loh.

Ingat rekan-rekan dunia itu seperti bayangan, dan ridha-Nya itu seperti matahari. Jika kita mengejar bayangan, kita tidak akan pernah sampai. Tapi jika kita mengejar matahari, maka bayangan akan mengikuti kita dengan sendirinya. Salam super.

Sepertinya sudah cukup panjang, ya. Itu tadi cerita bukber gue. Terima kasih buat kalian yang sudah baca. Maaf kalau ceritanya berantakan dan tanpa arah.

See you ~
Dan miss you~ teman-teman PLB Reg 2011. Doakan gue supaya cepat dan dimudahkan dalam garap sekeripsi. :)


Prosesi Setelah Sidang
Dari kiri : Mutia, Dwi, Dhita, Agustina, Dini, Darma, Tiwi, Andin, Vina
 
Ngabuburit di Warung Steak
Menunggu bedug, daripada tergoda mending foto-foto
 
Ngabuburit di Warung Steak
Sebelum pesan menu wajib foto

26 komentar:

  1. Subhanallah Darma, foto di tengah2 bidadari surga .-.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereka memang bidadari dalam hidupku. Guardian Angelku.

      Hapus
  2. Baper banget. Kayaknya gak ada lapernya, cuma baper. Semoga seseorang yang bernama Vina itu membaca postingan ini. Lalu kalian langsung naik ke pelaminan. Aaminnnn. Doa di malam Nuzulul Al-Qur'an biasanya cepat terkabul. Huahahaha.

    BalasHapus
  3. lu cowok sendiri ndar?? Wow. Senangnya dalam hati :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seneng, sih. Tapi dibikin baper mulu gue. :(

      Hapus
  4. Baper nya kayaknya nano-nano rame gitu ya??
    Hehehe...
    Buktiin dulu dah ketampanan dan kemapanannya, dijamin vina gak akan nunggu buat ditanya lagi. Malah ngasih kode terus...
    *kapan bs ke rumah ketemu bapak ku??*

    asiikkk

    BalasHapus
  5. Jadi yang bikin baper itu skripsi atau dibilang ganteng nya si?

    BalasHapus
  6. weh, anak kuliahan banget ya ente ,,

    ane tunggu loh followbacknya,, ehehey

    BalasHapus
  7. ciee si doinya yang gaa peka :D :D

    BalasHapus
  8. Kasian yang dianggurin gak diajakin bukber haha :D

    BalasHapus
  9. Lah elu cowok sendiri? Sendiri. Jomblo yak? Hahaha
    Pasti elu jd juru foto doang nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gue emang jomlo. Tapi bukan juru foto mereka. Gue HTS mereka. :(

      Hapus
  10. cieee yang ngerasa paling ganteng :D :D
    sukses buat sripsinya :)
    jangan baper mulu biar nanti si dia peka :D

    BalasHapus
  11. bukber lagi coba biar gak baper wkwk..

    BalasHapus
  12. Anjiir surga dunia, lo cowok sendirian hahaha.
    baguslah siapa tau ada yang nyantol ke hati lo yang kosong :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang nyantol di hati gue banyak. Tapi apakah di hati mereka nyatol nama gue? Mereka sudah punya pasangan semua. :(

      Hapus
  13. Keren juga ini bisa foto sama cewek-cewek. Ini ambigu banget. Entah karena lu nggak normal dan main sama cewek mulu, atau karena lu dipuja sama cewek-cewek.

    Vina oh Vina, bacalah tulisan cowok cemen ini yang hanya berani menulis di blog. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu gue dipuja dong. heheheh.
      Vina sudah baca postingan ini.

      Hapus
  14. kalau lagi kumpul-kumpul pasti engga bakalan ketinggalan buat berpoto

    BalasHapus