Search

Type your search keyword, and press enter

Suatu Pesan

Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja dan pekerjaan untuk keabadian.
By : Pramoedya Ananta Toer.

Rabu, 15 Juli 2015

Sampai Jumpa Ramadhan

               9 comments   
Diakhir-akhir Ramadhan pasti ada saja yang berkata seperti ini “Lebaran sebentar lagi, ya.”, “Wah tidak terasa sudah mau lebaran saja.” atau “Cepat, ya. Perasaan baru kemarin awal puasa.”. Kalian tahu setiap ada yang berkata seperti itu respon gue cuma diam saja. Karena sebenarnya gue binggung mau menanggapi seperti apa? Apa gue harus manggut-manggut atau pura-pura terkejut? Atau yang paling ekstrim lagi, apa gue harus melakukan kedua hal tersebut sambil rolling ke belakang?

Selain pernyataan sejenis itu, diakhir Ramadhan juga pasti ada yang mulai mengirimkan broadcast panjang lebar. Dan terkadang isi broadcast-nya mirip-mirip, yang intinya itu hanya berupa ucapan mohon maaf lahir batin atau sejenisnya.

Tapi Ramadhan itu memang bulan yang penuh sesuatu. Rasanya seakan tidak rela jika Ramadhan berakhir. Ramadhan selalu punya hal yang pasti selalu dirindukan. Mulai dari kegiatan dini hari saat sahur, petang hari saat buka puasa, dan malam hari saat shalat Tarawih. Rutinitas yang terjadi selama Ramadhan terkadang menjadi kisah menarik tersendiri yang hanya dan selalu terjadi saat Ramadhan tiba. Dan bahkan sampai di hari terakhir Ramadhan, dia selalu punya sesuatu yang ditunggu-tunggu. Seperti malam takbiran, dan lebaran atau hari raya Idhul Fitri tepat setelah satu hari berlalunya Ramadhan.

Karena adanya ciri khas dari Ramadhan tersebut tidak sedikit orang sangat menanti kedatangan Ramadhan. Dan enggan untuk melepaskan serta membiarkan Ramadhan berlalu.

Gue dengan Ramadhan, khususnya Ramadhan di tahun sebelumnya punya beberapa kisah yang mungkin membuat gue rindu akan Ramadhan. Iya sebenarnya gue sedikit rindu dengan Ramadhan di tahun sebelumnya sewaktu gue masih kecil. Rindu dengan kegiatan Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya.

Berikut ini gue list beberapa hal atau kegiatan yang mungkin hanya ada saat Ramadhan saja. Dan kegiatan tersebut adalah suatu yang pernah gue lakukan di bulan Ramadhan, baik di tahun ini ataupun Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya. Oke langsung saja, cekidot :

Satu. Main petasan. Ini dia salah satu kegiatan yang paling hitz dikalangan basis anak kampung atau anak komplek yang mencoba peruntungan tuk menjadi jawara. Gue juga pernah ikutan untuk main hal yang berginian. Selepas shalat Shubuh gue sama teman-teman biasanya mangkal dulu di pos ronda. Menrencakan rute untuk pergi ke lapangan sepak bola Stadiun Mini Ciputat dan pulang ke rumah sebentar untuk mengambil amunisi petasan segepok. Mulai dari petasan korek, jangwe, dan teko. Sampai di lapangan biasanya kita pecah menjadi dua tim, lalu saling lempar petasan. Sejauh ini kita main petasan aman-aman saja. Namun, yang biasanya jadi korban kami main petasan adalah Koko. Orang gila yang suka tidur di tribun lapangan sepak bola. Pernah waktu itu Koko marah beneran, dia bangkit dari tidur nyenyaknya dan mengejar kami sampai akhirnya kami lari ketakutan dan menyelematkan diri dengan bersembunyi di balik pagar rumah orang.

Dua. Perang sarung. Ini juga tidak kalah hitz-nya untuk anak-anak basis kampung. Kalau hal yang ini di daerah gue sudah masuk bercandaan yang serius parah. Perang beneran perang. Kampung satu lawan kampung lainnya. Kampung Emza lawan Kampung Kompas. Dan sarung yang digunakan bukan yang dibentuk jadi selepetan seperti pecut. Tapi sarung yang dibentuk kaya bagelan seperti ikat pinggang dengan kepala kopelnya. Kadang saking seriusnya dibalik sarung itu diisi dengan batu koral yang gede atau batu lainnya. Jadi pas bagelan itu kena kepala lawan efeknya lumaya berasa. Ini perang sarung bisa berefek jadi tawuran. Saat klimaknya sudah memuncak kita malah beneran saling lempar batu dan petasan. Beberapa waktu saat Ramadhan hal ini aman dilakukan karena kita biasanya perang sarung waktu bapak-bapaknya lagi shalat Tarawih. Dan semua berakhir total ketika ada orang yang mengeluarkan cairah segar yang merah kental di balik rambut kepalanya.

Untuk adik-adik yang baca ini, hal ini jangan ditiru, ya. Kini zaman sekarang yang namanya jagoan bukan dilihat dari kekuatan fisik. Tapi dari ilmunya, lmu santet misalnya. Biar kamu menang saat tawuran, jadi cukup santet saja.

Tiga. Ngabuburit. Kegiatan menunggu Magrib. Kalau gue paling suka ngabuburit pergi ke Masjid Raya. Masjid memang tempat kece buat nongkrong sambil menunggu adzan Magrib. Di masjid kita biasanya suka dapat takjil gratis. Dan terkadang suka dapat makanan beratnya serta ada juga makanan penutup. Luar biasa. Sudah dapat pahala karena pergi ke masjid, dapat jamuan makan dan takjil gratis. Sungguh nikmat mana yang kau dustakan?

Empat. Batal bareng atau buka bersama. Ini kegiatan yang sangat ajaib di bulan Ramadhan. Berkat Ramadhan gue bersama teman-teman yang dulu nggak bisa kumpul bareng lagi karena kesibukan. Kini bisa dipersatukan dalam ruang meja makan yang ada di rumah makan. Mulai dari teman SD hingga teman perkuliahan. Teman kerja dan teman asrama. Karena kumpul saat buka bersama gue malah jadi berasa ini jadi moment seperti reunian dalam skala yang kecil. Meski terkadang buka bersama ini suka menghabiskan uang jajan yang cukup banyak, tapi gue tetap senang karena bisa berkumpul dengan teman-teman lama.

Lima. Jadi tukang bangunin sahur. Kegiatan yang membuat gue untuk menyanggupi diri untuk bergadang dan bahkan tidak tidur semalaman. Biasanya gue sama teman-teman setelah perang sarung atau setelah shalat Tarawih (jika tidak ada lawan perang sarung) makal dulu di pos ronda dan tidak pulang ke rumah. Seperti biasa saat bergadang kita ditemani oleh papan permainan berupa catur, kartu dan segelas kopi. Dan di Ramadhan sebelumnya kita di temani oleh siaran pertandingan sepak bola ataupun acara gulat seperti Smack down. Saat waktu sahur tiba kita sudah siap berkeliling kampung berteriak-teriak ngucapin kata Sahur dan diiringi oleh bunyi-bunyian dari benda-benda yang kita bawa. Kadang pakai galon aqua, kentongan, rebana, dan tiang-tiang listrik yang dipukul dengan batu.

Enam. Baca Al-Quran lebih banyak. Ini kegitan yang paling mulia yang pernah gue lakukan saat Ramadhan tiba. Setelah masuk asrama gue diwajibkan untuk bisa mengkhatamkan Al-Quran sebanyak-banyaknya. Sungguh ini pekerjaan yang paling banyak cobaannya. Padahal terlihat gampang hanya duduk manis dan baca saja. Tapi ini tidak semudah yang dilihat. Kadang baru baca 5 sampai 15 menit atau satu jam, pikiran mulai tidak fokus. Tapi sebenarnya kegiatan ini yang paling gue rindukan. Sebab di luar bulan Ramadhan gue jarang banget baca Al-Quran, dan saat Ramadhan tiba akhirnya gue dipertemukan kembali oleh surat cinta dari Tuhan gue. Membaca Al-Quran Al-Karim.

Mungkin cukup sekian dari beberapa hal yang membuat gue bakal rindu dengan Ramadhan. Ramadhan memang punya sesuatu hal yang berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Kira-kira kalau kalian apa yang di rindukan dari bulan Ramadhan? Silakan ceritakan di kolom komentar!

Akhir kata gue mau ucapkan terima kasih kepada kalian yang sudah baca. Dan gue pribadi ingin minta maaf atas kesalahan gue baik dalam bersikap berucap. Dan kesalahan gue dalam lisan maupun tulisan. Maafin gue, ya. 

Selamat Lebaran Hari Raya Idhulfitri. Semoga kalian kembali menjadi insan yang fitrah.  
See you ~

9 komentar:

  1. Gua gak yakin lu ikut perang sarung, Dar. Haha

    Eh tapi bener perang sarung di beberapa daerah emang lebih dari sekedar sarung. Di daerah gua misalnya, dulu pada pake sarung yg dibentuk pecut tapi ujungnya dililit tembaga. Kebayang kan betapa gurihnya pas kena sabet itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalian, jangan bikin gue terlihat cemen dong. :(
      Biar begini gue pernah kok ikut-ikutan perang sarung. Dalam strategi gue bagian ngecover. Ikut di barisan paling belakang.

      @Tata Tirs Pakai tembaga, ya. Boleh juga tuh dicoba.

      Hapus
  2. Huhuhu Ramdhannya pergi :( Semoga kita ketemu lagi sama bulan Ramadhan tahun depan, ya! Aamiin

    BalasHapus
  3. Ilmu santet mah masih cupu, Dar. Yang paling hebat nih ya, ilmu ikhlas. Gue tau itu juga dari film Kiamat Sudah Dekat. :/

    Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin juga. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Film tahun berapa itu, ya?
      Tapikan ilmu ikhlas nggak bisa bikin menang tempur. Babak berlur mungkin iya.

      Iya, sama-sama. Selamat Idulfitri, maaf lahir batin.

      Hapus
  4. Selamat hari raya idulfitri, semoga Tiwi tetap cantik! *eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada artis yang komen, nih.
      Selamat hari raya juga.

      Hapus