Search

Type your search keyword, and press enter

Suatu Pesan

Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja dan pekerjaan untuk keabadian.
By : Pramoedya Ananta Toer.

Senin, 21 September 2015

Kesendirian

Hah. Sudah hampir dua Minggu blog gue tidak kasih makan. Intensitas gue menulis di blog sudah mulai menurun. Payah. Padahal belum genap satu tahun gue punya blog. Tapi, gue punya alasan tersendiri kenapa gue mulai jarang update blog lagi.

Sepenghilangnya gue di blog, karena beberapa hari kebelakang ini gue menghabiskan waktu untuk bertapa. Mencari kesunyian ditengah carut-marutnya Ibukota. Sunyi dengan kesendirian. Mengasingkan diri ke sebuah tempat yang gue juga nggak tahu itu tempat apa.

Belajar dari keberhasilan di puisi pertama gue bertajuk Untitle tersebut, gue mencoba membuat puisi kembali. Hampir setiap malam setelah letih dari aktivitas keseharian, gue menenangkan diri duduk sila di tengah-tengah ruang belajar. Memangku tangan di atas paha dan membentuk pola jari seperti patung Budha.

Dalam posisi seperti itu, pikiran gue mulai tenang. Mulai memikiran puisi apa yang akan gue buat. Dan gue juga mulai menarik nafas dalam-dalam dari lubang hidung dan dikeluarkan menuju lubang dubur. Suara yang indah serta beraroma sangat sedap. Sungguh nikmat tiada tara. Coba banyangkan kalau tidak bisa kentut, itu sungguh tidak enak banget. Perut berasa kembung kebanyakan angin dan jadi sudah tidur.

Singkat cerita dari hasil bertapa itu gue berhasil menelurkan tiga puisi secara berangsur-angsur. Ternyata pengasingan diri gue tidak sia-sia. Tiga puisi tesebut bertema Kesendirian. Kenapa temanya Kesendirian? Iya, karena gue sudah telalu lama sendiri.

Oke tak perlu berlama-lama, berikut ini tiga puisi gue. Hasil dari bertapa selama berhari-hari.

Hampa
…...........................
…...........................
…...........................
           …...........................
           …...........................
           …...........................
…...........................
…...........................
           Terima kasih.

Sunyi
…...........................
…...........................
        …...........................
        …...........................
…...........................
…...........................
       Sekian.

Hening
…...........................
…...........................
           …...........................
           …...........................
…...........................
…...........................
           Tamat.

Sebagai penutup, gue minta kritik dan saran kalian dari tiga puisi gue. Mohon komentarnya teman-teman. Terima kasih.

30 komentar:

  1. Ini adalah puisi dari orang yang sudah terlalu lama sendiri. Titik-titiknya bagus, cantik, dan rapi, dilatih terus dirumah ya nak :)

    BalasHapus
  2. lah itu yang titik titik apa coba kalimatnya ?

    BalasHapus
  3. Puisinya bagus banget. Gila. Gue kasih nilai 100!

    Gue cuma mau nanya, pikiran tetang itu apa, ya? Mikirin cewek yang namanya Tetang? Atau mikirin tetangga? :/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih.
      Itu typo. Tenang bukan tetang. :(

      Hapus
  4. kata-kata puisinya bagus banget kak, apalagi di bagian tulisan yang "hampa" itu diksinya kena banget *tulisan hanya bisa dibaca oleh orang orang tertentu* :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan belebihan memuji, Bang.
      Tidak baik itu.

      Hapus
  5. bagus ko puisinya ga ada yang perlu dikomentarin :D

    BalasHapus
  6. puisinya hanya bisa dilihat dengan mata batin. Puisi super emang. Ckckck

    dianexploredaily.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apanya yang super?
      Tenyata banyak komenters yang berlebihan dalam menilai puisi gue.

      Hapus
  7. super sekali, puisinya sangat menyentuh
    menyentuh hati ini dan mengatakan "batin ku gak sanggup baca ini"

    BalasHapus
  8. puisinya bagus gan, kaya ada seni yang gak bisa dijelasin oleh kata kata. gue sekarang masih mencoba nyari cara gimana caranay biar bisa bikin puisi dengan "sense of art" yang tinggi kaya gini wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya apa? ada seninya?
      Jadi, ini bagus untuk dipipisin?

      Hapus
  9. puisinya sulit dipahami, mungkin mereka yang belajar sandi morse yang bisa hahaha

    BalasHapus
  10. Pengen nangis bacanya ;'((

    BalasHapus
  11. HAHHAHAHAAHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHAAAAAAHAHAHHAAHAHAHAHAHAAAA
    ASTAGA. PUISINYA KEREN. BAGUS. SUMPAH


    Gue sampe nggak bisa berkata-kata. Sudah terlalu lama sendirian? Hmm
    Eh, udah lama nggak main anu. Main anu yuk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih.

      Main anu?
      Iya, nanti gue siapin kasurnya dulu, ya.

      Hapus
  12. Wkwkwkwk. Puisi keren sekali. Maknanya sangat mendalam. Benar-benar merepresentasikan kesendirian

    BalasHapus
  13. ini adalah salah satu puisi misterius yang pernah saya baca, penuh Titik titik.....
    hehehe

    BalasHapus
  14. puisi nya bagus, tapi kayaknya di puisi yang berjudul hampa ada typo deh di titik ketiga baris ke empat..
    tolong dong penulisan nya di perbaiki
    thanks

    BalasHapus