Search

Type your search keyword, and press enter

Suatu Pesan

Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja dan pekerjaan untuk keabadian.
By : Pramoedya Ananta Toer.

Senin, 26 Juni 2017

Kamis, 30 Juni 2016

Template dan Popcorn

Lagi lagi dan lagi, saya bingung memilih dan memilah template blog. Siang di hari Minggu lalu, saya ada sedikit mengubah template ini. Hanya mengubah bagian warnanya saja. Sudah ada satu bulan template ini dibiarkan berantakan dan masih dalam setting default-nya. Saya belum sempat menyelesaikan yang berantakannya. Sabtu malam lalu, saya malah keluyuran ke gramedia dan Plaza Blok M, cari-cari jomblowati yang kiranya bisa diajak ngeskrim manja. :( Btw, buat kamu yang masih mau mampir ke rumah yang berantakan ini, terima kasih, ya. Senang kali sudah dikunjungi, saking senangnya jadi pengen bagi-bagi THR. Enggak juga ding. Hahahaha. 

Saya ganti template blog ini karena ingin merubah suasana hati aja. Halah suasana hati apaan. eeq. Hati aja barang kali saya nggak punya, soalnya bulu dada aja nggak ada. Iya, saya memang ingin mengganti template, ingin tampilan baru dari rumah ini. Mungkin memang sudah tabiat cowo suka ngotak-ngatik. Tidak hanya ganti template, saya juga memikirkan untuk ganti alamat blog ini yang entah akan jadi apa nantinya. Belum selesai dengan re-design blog dan ganti alamat blog, saya jadi galau template. Galau karena blog sebelah templatenya sama dengan blog saya ini. Entah ini kebetulan kita ganti templatenya bareng dengan pilihan yang sama atau saya yang telat baru tau dia ganti template. Saya sedih karena dia sudah selesai edit edit templatenya. Hahahhaha. Dan saat pertama kunjungi blognya lucu juga serasa lagi di blog sendiri. Tapi, pasti banyak juga di luar sana yang tampilannya sama dengan template ini. Namanya juga gretongan. Banyak yang minat. 

Ngomong-ngomong soal template, ada beberapa blogger yang saya taksir templatenya. Sebenarnya banyak yang templatenya kece-kece. Tapi, selera saya jatuh pada mereka ini.

Satu. Roby Haryanto. 
Warna blognya didominasi sama biru yang soft. Saya suka karena nyaman lihatnya. Selainnya itu karakternya benar-benar seperti blog personal. Sederhana, kuat dan bersahabat. 

Dua. Pangeran Wortel A.K.A Heru Arya.
Blog yang tidak kalah kuatnya dari templatenya menurut saya, dia ini, Pangeran Wortel. Secara apik dia merombak habis-habisan blognya dan merancang sedemikian rupa dengan fasilitas bawaan dari blog. Menyusun ulang templatenya tanpa template unggahan. Kerja keras yang luar biasa dan hasilnya terlihat kuat dan profesional.

Tiga. Kresnoadi DH. 
Sederhana dan elegan. Waktu pertama kali lihat perubahan blognya terlihat mewah. Ciamik sekali. Kini, blognya diubah dari kondisi awalnya seperti sekarang, di sesuaikan dengan kebutuhan bloggernya. Dan viola, yang tadinya terlihat cantik kini terlihat rupawan. Tetap terlihat elegan namun sederhana. 

Empat. Icha Hairunnisa. 
Sederhana dan polos, atau dalam bahasa vulgarnya sederhana dan telanjang. Terlihat telanjang karena blognya didominasi dengan warna putih, tidak terlalu banyak asesoris. Itu bagus karena saya suka yang telanjang. Hahahaha. Kalau dilihat dengan pc, saya suka bagian paling atasnya, menunjukkan hari dan tanggal yang sekaranng. Itu suka jadi pengingat saya waktu saya lagi lupa hari dan bw ke blognya. 

Iya itu tadi alasan sotoy saya suka dengan template blog mereka. 

Ngomong-ngomong soal template, saya yang dibuat galau akan template teringat dengan galaunya popcorn saya yang jatuh waktu ke nonton di 21 Plaza Blok M di hari Minggu lalu. Itu popcorn yang saya beli sudah jatuh ke lantai sebelum saya mencicipinya. Iya karena waktu itu belum azan Magrib masih dalam keadaan puasa. Saya beli itu popcorn satu jam sebelum azan Magrib, bahkan saya membawa popcorn itu dengan sangat hati-hati jangan sampai ada sebutir yang jatuh.

Menjelang azan Magrib dan dipertengahan film, kursi yang saya duduki terasa goyang. Saya duduk di pangkal barisan deretan kursi, sebelah kiri saya jalan yang membagi dua deretan baris kursi dan sebelah kanan saya sepasang kekasih yang kurang ajar juga tak bersopan santun. Awalnya biasanya aja waktu kursi saya sedikit ada goyangan, mungkin sebelah kanan saya lagi saling menggaruk. Saling menggaruk karena kegatelan duduk satu baris dengan saya yang belum mandi mandi. :(

Tiba-tiba saya jadi kepikiran popcorn, karena tempat taruh makanan di depan samping kanan saya juga sedikit ada gerakan. Masa iya orang di samping saya makan popcorn saya. Mungkin dia orang punya kebiasaan sama dengan saya yang kalau nonton kadang suka duduk sila melipatkan kaki di kursi. Kursinya makin bergoyang, bukan kursinya juga sih lebih tepatnya ada gerakan di sudut tempat taruh makanannya itu, pikir saya ini orang rusuh juga nontonnya. Lalu nggak lama setelah itu seperti ada sesuatu yang jatuh. Dengan sisa pencahayaan yang ada, saya coba memincingkan mata dan melihat ke lantai.. Ternyata popcorn saya jatuh. :(

Belum juga azan dan belum saya makan itu popcorn, masih perawan gitu lah popcornnya, taunya dengan rupawan itu popcorn jatuh. :( Mau kesel dan marah sama orang di samping saya tapi, nggak bisa. Kali aja kan itu orang nggak sengaja. Dan kalau ada ribut pasti dia dibelain sama cewenya yang duduk dua bangku dari kanan saya, karena tempatnya gelap jadi nggak ada bukti kuat gitu. Setelah kejadian itu cuma bisa tahan-tahan dongkol sambil meraih cup popcorn. Saya lihat cup itu ternyata tempat popcorn itu dari cup beha. Pentes tumpah. Cup-nya kecil. 

Eh bukan, saya lihat isi cup-nya untung masih tersisa setengah porsi popcornnya. Seakan nggak rela dengan sisa cahaya yang ada, saya memungut itu popcorn dan dimasukan kembali ke dalam cup-nya. Belum lima menit tak apa lah. Setelah selesai ambilin popcorn yang jatuh itu, itung-itung ibadah bantuin cleaning servis-nya, orang di samping saya itu nggak lama kemudian malah tertawa. Padahal nggak ada scene yang bikin ketawa dari filmnya. Sempak. Bikin tambah dongkol aja.

Saya coba simak baik-baik kembali filmnya, kali aja memang ada hal yang bikin lucu dan ternyata nggak ada yang lucu. Orang di samping saya masih tertawa, terdengar agak kaku memang tertawanya dan penonton yang tertawa hanya dia saja. Sayangnya saya tidak ingat wajah orang di samping saya itu. Andai ingat, kalau ketemu lagi dan melakukan hal yang sama, bener bener deh minta disentil zakarnya.

Sial. Kalau ingat kejadian itu jadi ingin berkata kasar. Ah kesel pake banget. Sudah lah. Nggak kuat lanjutin ceritanya.

Enaknya di doakan apa, ya, orang macam itu? 

Jumat, 24 Juni 2016

Bukber Bagoy

Besok sudah kamis lagi. Mau posting apa, ya, di blog ini. Bukan kamis lagi malah, sudah lewat kamis di minggu ini. 

*** 

Senin malam lalu, saya tiba-tiba senang. Hehehehe. Senang karena untuk pertama kali, pesan yang saya kirim ke channel radio Prambors ternyata dibaca oleh penyiarnya dalam acara NightShift bersama Mario dan Genus di malam hari. Mereka berdua tanya kependengar radio, tentang hal baru apa yang dilakukan Minggu ini. Saya pun menjawab, di twitter dengan #BaruPertamaKali Minggu kemarin nonton film horor sendirian di bioskop. Satu dua pesan pendengar dibacakan oleh mereka. Hmm. lebih tepatnya twit para pendengar yang dibaca.  Selang beberapa detik kemudian twit saya dibaca. Awal dengar nama saya disebutkan otak saya langsung beku beberapa detik, seperti berpikir apa itu benar nama saya yang disebutkan. Bahkan mata saya juga terbelalak terbuka lebar dan ingin meloncat keluar. Lebay, ya. Hahaha. Waktu juga seakan melambat.. Secara cepat otak saya berlari, mensinkronkan dan mengingat ingat nama yang tertera diakun twitter saya. Karena yang saya ingat adalah kusumah_darma tapi Mario -penyiar radio Prambors- menyebutkan Darma Kusumah. Lalu semua terjawab saat dibacakan twitnya dan benar itu adalah twit yang baru saja saya pos. Saking senangnya, saya langsung membuka twitter lagi, mengucapkan terima kasih dan kesan nonton horor itu kepada kedua penyiar tersebut. Ingin rasanya ngobrol ditelpon tapi, sudah ada panggilan masuk dari pendengar lain. 

Tenyata rasanya dibacakan pesannya yang kita tulis untuk radio senangnya bukan main, ya. Hahaha. Saya senangnya receh, ya. Gampang banget. Saya seperti kembali lagi ke Zaman dulu, sebelum ada tv, internet, dan media sosial, hampir setiap kawula muda memanfaatkan radio sebagai media komunikatif antara penyiar dan pendengarnya. Hingga saat ini, radio masih bertahan karena sifat mereka sebagai penghibur yang komunikatif. Selalu ada dialog antara penyiar dan pendengar selain itu radio juga informatif suka ada obrolan yang baru kita ketahui. Kalau  kalian punya kah cerita sama tentang jadi pendengar radio kemudian cerita atau request-nya dibacakan kembali oleh penyiar radio? Atau kalain pernah jadi penyiar radio? Itu lebih hebat lagi. 

Tapi, kadang suka kampret juga kalau dengarin radio malam hari hingga larut malam. Kampretnya itu saat lagu yang diputar adalah lagu melow yang galau. Tadinya dengarin radio untuk dapat hiburan malah jadi galau di malam hari. Kalau sudah gitu saya langsung matikan radio dan dengarin playlist lagu di hp atau main game di hp. Kampret lainnya ada juga beberapa channel radio yang memakai blue joke sebagai bahan obrolannya, kan bikin malam pendengarnya berfantasi liar.

*** 
Skip ke bahasan lain. Sekarangkan lagi bulannya Ramadan 1437 H. Bicara soal Ramadan pasti identik dengan ibadah puasa bagi yang Mukmin, kan. Bicara soal puasa tentu identik juga dengan tradisi bukber atau bubar, buka bersama gitu. Bukan buka yang lain, buka baju dan celana bersama juga bukan. Tahun ini saya hanya dapat kurang dari lima undangan berbuka. Satu undangan gagal karena saya dodol dan sisanya karena jadwalnya tidak sesuai. Kira-kira kalian punya cerita bukber Ramadan tahun ini kah? 

Saya. Ada. Tapi. Gagal. :(

Undangan bukber yang saya datangi adalah undangan bukbernya blogger Jakarta. Karena jadwalnya sesuai, saya bisa datang. Sebenarnya bukan undangan bukber, lebih tepatnya kumpul blogger Jakarta dan ini sekalian bukber juga. Ini juga kumpulnya tidak mengatasnamakan atau mengkhususkan kumpul blogger hanya untuk dari komunitas tertentu karena dari posternya terlihat general. Siapapun bisa datang dan kumpul. Blogger yang kebetulan lagi di Jakarta ataupun non-blogger boleh kumpul. 

Awalnya tidak merencanakan untuk ikut karena di hari Sabtu itu -saya lupa tanggal berapa acaranya kalau nggak salah minggu pertama puasa- saya masih goleran di kasur baru bangun tidur pukul dua siang. Sehabis bangun tidur, saya lihat hp, di grup whatsapp  lagi ada bahasan siapa yang mau ke Kota Tua kumpul blogger Jakarta sekalian bukber. Dengan menimbang-nimbang saya terus menggelindingkan  otak saya atas acara tersebut. Acaranya jam tiga sore dan beberapa menit sebelum jam tiga sore, saya yang masih di rumah langsung minta izin orangtua untuk hadir ke acara bukber itu. Akhirnya saya berangkat jam empat. Agak berat hati juga, saya harus berbuka puasa diluar. Iya, karena minggu itu adalah moment lagi kumpulnya sama keluarga tapi saya malah berbuka puasa di luar.

Saya naik commuter line untuk ke sana dan berhenti di stasiun kota. Dan entah semesta sedang merencanakan apa, dalam perjalanan berangkat serta pulang, cummuter line yang mau sampai di stasiun transit selalu ada gangguan dan menunggu giliran masuk ke stasiun, itu cukup lama menunggunya. Akhirnya, baik di peron ataupun saat di dalam kereta, saya menunggu dengan bosan bosan dan bosan. Karena hp saya sudah lowbat, saya tidak bisa menunggu kereta itu sambil bergentayangan di dunia maya. Satu dua kali, saya coba aktifkan paket data mencari tahu informasi teman teman yang sudah kumpul di sana. Beberapa teman sudah ada di sana, seperti Imas, Bang Adi, Bang Ucup juga Bang Aziz sudah tiba di Kota Tua. Rasa bosan dan gelisah saya tidak kalah kritisnya dengan batrai hp saya yang lowbat. Iya gelisah karena waktu berbuka sudah semakin dekat sementara saya masih berada di dalam kereta yang sedang menunggu masuk ke dalam stasiun transit Manggarai. 

Dalam kondisi seperti itu, saya cuma bisa sms ke Wulan. Mau cerita. Dan tep. Hp saya mati. Akhirnya saya berbuka puasa di stasiun Manggarai dengan sekaleng minuman badak. Singkat cerita, saya melanjutkan perjalanan ke stasiun Kota dan sampai di sana sekitar pukul mendekati waktu Isya, tidak lama setelah salat dan mencari-cari colokan untuk ngecas hp yang hasilnya nihil karena sudah penuh semua colokan dipakai dengan pengguna lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan saya keluar dari stasiun berharap bertemu yang lain namun hasilnya nihil juga. Yaudin, saya pulang lagi ke rumah. Sampai rumah sekitar jam sebelas malam. Karena ada gangguan lagi di commuter line saat perjalanan, akhirnya sampai rumah malam gitu. Sebelumnya saya sempat mampir sih ke Domino Pizza, beli sekotak pangan untuk dikunyah-kunyah bareng keluarga. 

Dan besoknya, hari Minggu saat ada undangan bukber bersama teman semasa SMK, saya tidak datang. Saya memilih untuk buka puasa bersama keluarga mengingat karena setelah hari Minggu itu, saya akan dikarantina kembali. 

Iya itu tadi sedikit cerita bukber gagal saya tahun ini. Hmm. Sudah antimainstream belum dengan kebanyakan orang yang bukber sering berhasil? 

Kalau kata Icha bukber berhasil adalah bukber asoy. 

Oh, iya untuk kalian yang ingin lihat serunya kumpul blogger Jakarta bisa kalian lihat di ig-nya deyacdp. Maaf tidak bisa melampirkan fotonya karena saya cemburu lihat keseruannya. :( hahhahaha. 

Bagaimana dengan bukber asoy kalian?